Home Blog Apa Itu ISSN dan DOI pada Jurnal? Perbedaan dan Fungsinya
Apa Itu ISSN dan DOI pada Jurnal? Perbedaan dan Fungsinya
Jurnal & Publikasi

Penulis

Silvi

Tanggal

02 August 2026

Apa Itu ISSN dan DOI pada Jurnal? Perbedaan dan Fungsinya

Saat membaca jurnal ilmiah, ada dua istilah yang cukup sering ditemukan, yaitu ISSN dan DOI. Keduanya biasanya tercantum pada halaman jurnal atau artikel sehingga tidak sedikit mahasiswa, peneliti, maupun penulis yang menganggap keduanya memiliki fungsi yang sama.

Padahal, ISSN dan DOI digunakan untuk kebutuhan yang berbeda.

ISSN berkaitan dengan identitas sebuah publikasi berkala seperti jurnal, sedangkan DOI digunakan sebagai pengenal untuk objek digital tertentu, termasuk artikel ilmiah. Memahami perbedaan keduanya penting, terutama bagi penulis yang sedang mencari jurnal untuk publikasi.

Apa Itu ISSN?

ISSN merupakan singkatan dari International Standard Serial Number. ISSN adalah nomor identifikasi yang digunakan untuk publikasi berseri atau terbitan berkelanjutan, termasuk jurnal ilmiah.

ISSN terdiri dari delapan digit dan biasanya ditulis dalam format seperti ISSN 1234-5678.

Nomor tersebut digunakan untuk membantu membedakan satu publikasi berkala dengan publikasi lainnya. Karena sebuah jurnal dapat diterbitkan secara berkala, identitas seperti ISSN membantu jurnal tersebut dikenali secara lebih jelas dalam berbagai sistem informasi dan pengelolaan publikasi.

ISSN dapat digunakan pada publikasi dalam bentuk cetak maupun elektronik. Dalam kondisi tertentu, satu jurnal dapat memiliki ISSN yang berbeda untuk versi media yang berbeda.

Hal yang perlu dipahami adalah ISSN bukan penilaian terhadap kualitas jurnal. Memiliki ISSN tidak otomatis berarti sebuah jurnal sudah terakreditasi, terindeks pada database tertentu, atau memiliki kualitas publikasi yang tinggi.

ISSN pada dasarnya berfungsi sebagai identitas sebuah publikasi berseri.

Apa Fungsi ISSN pada Jurnal?

Fungsi utama ISSN adalah membantu mengidentifikasi dan membedakan sebuah publikasi berkala dari publikasi lainnya.

Dalam dunia penerbitan, ISSN dapat digunakan oleh penerbit, perpustakaan, database, maupun lembaga lain yang membutuhkan informasi mengenai identitas sebuah terbitan.

Bagi penulis, ISSN juga dapat membantu ketika memeriksa identitas jurnal yang akan digunakan sebagai tempat publikasi.

Namun, keberadaan ISSN tidak cukup untuk menentukan apakah sebuah jurnal layak dipilih. Penulis tetap perlu melihat penerbit, fokus dan ruang lingkup jurnal, proses editorial, kualitas artikel, indeksasi, serta status akreditasi apabila diperlukan.

Apa Itu DOI?

DOI merupakan singkatan dari Digital Object Identifier.

Berbeda dengan ISSN yang berkaitan dengan publikasi berseri, DOI digunakan untuk memberikan identitas kepada objek digital tertentu. Dalam dunia akademik, DOI banyak digunakan untuk artikel jurnal.

DOI biasanya memiliki bentuk seperti 10.xxxx/xxxxx.

Salah satu fungsi penting DOI adalah memberikan identitas yang tetap pada sebuah objek digital. Alamat halaman sebuah artikel di internet dapat berubah, tetapi DOI dapat tetap digunakan untuk mengenali artikel tersebut selama pengelolaannya dilakukan dengan benar.

Karena itu, DOI sering digunakan dalam informasi bibliografis dan sitasi artikel ilmiah.

Apa Fungsi DOI pada Artikel Jurnal?

DOI membantu artikel ilmiah lebih mudah dikenali dan ditemukan.

Ketika sebuah artikel memiliki DOI, pembaca dapat menggunakan pengenal tersebut untuk menemukan artikel yang dimaksud tanpa harus bergantung sepenuhnya pada alamat halaman artikel.

DOI juga membantu dalam pengelolaan metadata publikasi. Informasi seperti judul artikel, nama penulis, nama jurnal, tahun terbit, dan data publikasi lainnya dapat dikaitkan dengan DOI yang dimiliki sebuah artikel.

Hal tersebut membuat DOI menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem penerbitan ilmiah digital.

Apa Perbedaan ISSN dan DOI?

Perbedaan paling mudah dapat dilihat dari objek yang diidentifikasi.

ISSN digunakan untuk mengidentifikasi publikasi berseri seperti jurnal.

DOI digunakan untuk mengidentifikasi objek digital tertentu seperti artikel jurnal.

Sebagai contoh, sebuah jurnal dapat menerbitkan beberapa artikel dalam satu edisi. Jurnal tersebut memiliki ISSN sebagai bagian dari identitas publikasinya, sedangkan artikel-artikel di dalamnya dapat memiliki DOI masing-masing.

Dengan begitu, ISSN lebih berkaitan dengan jurnal sebagai sebuah publikasi, sementara DOI lebih sering berkaitan dengan artikel atau objek digital tertentu.

Keduanya tidak saling menggantikan karena memang memiliki fungsi yang berbeda.

Apakah Satu Jurnal Bisa Memiliki ISSN dan DOI?

Bisa.

ISSN dan DOI dapat digunakan secara bersamaan karena keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Sebuah jurnal dapat memiliki ISSN sebagai identitas publikasinya dan menggunakan DOI untuk artikel-artikel yang diterbitkan.

Sebagai gambaran sederhana, sebuah jurnal memiliki identitas ISSN. Kemudian jurnal tersebut menerbitkan artikel dengan judul tertentu dan artikel tersebut dapat memiliki DOI tersendiri.

Dalam kondisi tersebut, ISSN berkaitan dengan identitas jurnal, sedangkan DOI berkaitan dengan artikel tertentu.

Namun, tidak semua jurnal atau artikel harus memiliki DOI. Penggunaan DOI bergantung pada kebijakan penerbit dan layanan registrasi DOI yang digunakan.

Apakah Semua Artikel Jurnal Memiliki DOI?

Tidak.

Ada jurnal yang memberikan DOI untuk setiap artikel yang diterbitkan, tetapi ada juga jurnal yang belum menggunakan DOI.

Karena itu, tidak adanya DOI tidak dapat langsung dijadikan alasan untuk menyatakan bahwa sebuah jurnal tidak resmi atau tidak berkualitas.

Penulis tetap perlu melihat informasi jurnal secara keseluruhan, seperti penerbit, fokus dan ruang lingkup, proses editorial, indeksasi, serta status akreditasi apabila menjadi persyaratan publikasi.

Sebaliknya, keberadaan DOI juga tidak otomatis menunjukkan bahwa sebuah artikel memiliki kualitas tertentu.

Apakah ISSN Menjamin Kualitas Jurnal?

Tidak.

ISSN merupakan nomor identifikasi publikasi, bukan sertifikat kualitas jurnal.

Sebuah jurnal yang memiliki ISSN tetap perlu diperiksa dari berbagai aspek sebelum digunakan sebagai tujuan publikasi.

Penulis dapat melihat siapa penerbitnya, apa fokus jurnalnya, bagaimana proses review dilakukan, artikel seperti apa yang sudah diterbitkan, serta apakah jurnal tersebut memiliki status indeksasi atau akreditasi yang sesuai dengan kebutuhan.

Jadi, ISSN sebaiknya dipahami sebagai bagian dari identitas jurnal, bukan sebagai tanda bahwa jurnal tersebut pasti berkualitas.

Apakah DOI Menjamin Kualitas Artikel?

Tidak.

DOI berfungsi sebagai pengenal digital dan bukan sebagai penilaian terhadap kualitas artikel.

Artikel yang memiliki DOI tetap perlu dinilai berdasarkan isi penelitian, metode yang digunakan, kualitas data, pembahasan, referensi, dan proses editorial yang dilakukan oleh jurnal.

Dengan demikian, DOI tidak seharusnya dianggap sebagai tanda bahwa sebuah artikel pasti baik atau jurnal yang menerbitkannya pasti memiliki status tertentu.

Mengapa ISSN dan DOI Sering Dicantumkan Bersama?

ISSN dan DOI sering terlihat pada halaman jurnal atau artikel karena keduanya merupakan bagian dari informasi publikasi.

Ketika seseorang membuka sebuah artikel jurnal, biasanya terdapat berbagai informasi yang digunakan untuk mengenali publikasi tersebut.

ISSN memberikan informasi mengenai identitas jurnal sebagai publikasi berkala, sedangkan DOI memberikan pengenal untuk artikel atau objek digital tertentu.

Karena itu, keduanya dapat muncul pada satu halaman meskipun fungsi dasarnya berbeda.

Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Memeriksa ISSN dan DOI?

Jika sedang mencari jurnal untuk publikasi, jangan hanya melihat apakah jurnal tersebut memiliki ISSN atau DOI.

Periksa juga apakah jurnal tersebut sesuai dengan bidang penelitian, memiliki fokus dan ruang lingkup yang jelas, menyediakan pedoman penulis, menjelaskan proses editorial, dan memiliki informasi penerbit yang dapat diperiksa.

Jika jurnal mencantumkan ISSN atau DOI, informasi tersebut juga sebaiknya dapat diverifikasi melalui sumber yang sesuai.

Hal ini penting karena memilih jurnal bukan hanya tentang menemukan tempat untuk menerbitkan artikel. Jurnal yang dipilih juga harus sesuai dengan topik penelitian, tujuan publikasi, dan persyaratan akademik yang sedang dipenuhi.

ISSN dan DOI sama-sama memiliki peran dalam dunia publikasi ilmiah, tetapi keduanya tidak memiliki fungsi yang sama. ISSN membantu mengidentifikasi jurnal sebagai sebuah publikasi berseri, sedangkan DOI memberikan identitas pada objek digital seperti artikel.

Memahami perbedaan tersebut akan membantu penulis membaca informasi jurnal dengan lebih tepat dan tidak keliru menganggap ISSN atau DOI sebagai ukuran kualitas sebuah publikasi. Saat memilih jurnal, keduanya sebaiknya dilihat sebagai bagian dari informasi publikasi, sementara kualitas dan kredibilitas jurnal perlu dinilai dari berbagai aspek lainnya.

Punya Artikel yang Ingin Dipublikasikan?

Temukan pilihan jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian Anda dan mulai proses publikasi bersama Pusat Jurnal.

Hubungi Kami / Konsultasi