Home Blog Apa Itu Research Gap? Pengertian, Fungsi, dan Cara Menemukannya dalam Penelitian
Apa Itu Research Gap? Pengertian, Fungsi, dan Cara Menemukannya dalam Penelitian
Penelitian

Penulis

Purwanto

Tanggal

23 September 2026

Apa Itu Research Gap? Pengertian, Fungsi, dan Cara Menemukannya dalam Penelitian

Research gap merupakan celah atau bagian yang masih belum terjawab secara memadai dalam penelitian-penelitian sebelumnya. Celah tersebut dapat berupa pertanyaan yang belum diteliti, hasil penelitian yang berbeda, keterbatasan metode, objek yang belum banyak dikaji, atau aspek tertentu yang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Dalam penelitian ilmiah, research gap penting karena membantu peneliti menjelaskan mengapa penelitian baru perlu dilakukan. Dengan menemukan celah dari penelitian sebelumnya, peneliti dapat menentukan fokus penelitian yang lebih jelas dan memiliki dasar akademik.

Research gap biasanya ditemukan melalui proses membaca dan membandingkan berbagai penelitian terdahulu yang relevan dengan topik yang akan diteliti.

Mengapa Research Gap Penting dalam Penelitian?

Research gap membantu peneliti membangun alasan yang kuat dalam menentukan topik penelitian.

Tanpa memahami penelitian sebelumnya, peneliti berisiko melakukan penelitian yang sebenarnya sudah banyak dilakukan dengan fokus dan pendekatan yang sama. Sebaliknya, pemahaman terhadap celah penelitian dapat membantu menemukan aspek yang masih dapat dikembangkan.

Beberapa manfaat research gap antara lain:

  • Membantu menentukan fokus penelitian

  • Menjelaskan alasan penelitian perlu dilakukan

  • Menemukan aspek yang belum banyak diteliti

  • Membantu menyusun rumusan masalah

  • Membantu menentukan variabel atau objek penelitian

  • Menjadi dasar dalam menentukan kontribusi penelitian

Bentuk-Bentuk Research Gap

Research gap tidak selalu memiliki bentuk yang sama. Celah penelitian dapat ditemukan dari berbagai aspek penelitian sebelumnya.

1. Gap pada Topik atau Permasalahan

Research gap dapat muncul ketika terdapat aspek tertentu dari suatu topik yang belum banyak dibahas.

Misalnya, penelitian sebelumnya lebih banyak membahas satu aspek dari suatu fenomena, sedangkan aspek lainnya masih belum mendapatkan perhatian yang cukup.

Peneliti dapat mengembangkan penelitian dengan memfokuskan pembahasan pada aspek yang belum banyak dikaji tersebut.

2. Gap pada Hasil Penelitian

Penelitian terdahulu dapat menghasilkan temuan yang berbeda mengenai hubungan antara variabel tertentu.

Sebagian penelitian mungkin menemukan adanya hubungan, sementara penelitian lainnya menunjukkan hasil yang berbeda.

Perbedaan tersebut dapat menjadi dasar bagi peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan mempertimbangkan kondisi, objek, atau metode yang berbeda.

3. Gap pada Metode Penelitian

Celah penelitian juga dapat ditemukan dari metode yang digunakan dalam penelitian terdahulu.

Misalnya, penelitian mengenai suatu fenomena selama ini lebih banyak menggunakan pendekatan tertentu. Peneliti kemudian dapat mempertimbangkan pendekatan atau metode lain untuk memperoleh sudut pandang yang berbeda.

Namun, penggunaan metode baru tetap harus memiliki alasan yang sesuai dengan tujuan penelitian.

4. Gap pada Objek Penelitian

Penelitian sebelumnya mungkin dilakukan pada kelompok, wilayah, institusi, atau objek tertentu.

Jika objek lain yang relevan belum banyak diteliti, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu peluang untuk mengembangkan penelitian.

Perbedaan objek sebaiknya bukan sekadar mengganti lokasi penelitian, tetapi memiliki alasan akademik yang jelas.

5. Gap pada Konteks Penelitian

Suatu teori atau temuan penelitian dapat digunakan dalam konteks tertentu, tetapi belum tentu telah banyak dikaji dalam konteks yang berbeda.

Perbedaan konteks dapat berkaitan dengan karakteristik organisasi, lingkungan sosial, bidang pekerjaan, tingkat pendidikan, atau kondisi lainnya yang relevan dengan penelitian.

Cara Menemukan Research Gap

Menemukan research gap membutuhkan proses membaca dan menganalisis penelitian terdahulu. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.

1. Tentukan Topik Penelitian

Sebelum mencari research gap, tentukan terlebih dahulu topik yang ingin diteliti.

Topik yang jelas akan memudahkan peneliti menentukan kata kunci ketika mencari artikel ilmiah.

Misalnya, jika ingin meneliti mengenai penggunaan teknologi dalam pembelajaran, peneliti dapat menentukan kata kunci yang berkaitan dengan teknologi pendidikan, pembelajaran digital, mahasiswa, atau variabel lain yang relevan.

2. Cari Penelitian Terdahulu

Setelah menentukan topik, cari artikel ilmiah yang relevan.

Peneliti dapat menggunakan berbagai sumber untuk menemukan penelitian terdahulu, seperti mesin pencari akademik, database jurnal, dan website jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian.

Jangan hanya membaca satu atau dua artikel. Semakin banyak penelitian relevan yang dibandingkan, semakin mudah bagi peneliti melihat pola pembahasan dan bagian yang masih dapat dikembangkan.

3. Baca Bagian Pendahuluan dan Tinjauan Pustaka

Bagian pendahuluan dan tinjauan pustaka dapat memberikan gambaran mengenai masalah yang sudah dibahas oleh peneliti sebelumnya.

Perhatikan bagaimana peneliti menjelaskan masalah, teori yang digunakan, hasil penelitian sebelumnya, serta alasan penelitian dilakukan.

Bagian tersebut dapat membantu peneliti memahami posisi suatu penelitian dalam bidang yang lebih luas.

4. Periksa Hasil dan Pembahasan

Jangan hanya membaca judul dan abstrak.

Perhatikan bagian hasil dan pembahasan untuk mengetahui temuan yang diperoleh peneliti.

Bandingkan hasil dari beberapa penelitian. Jika terdapat temuan yang berbeda atau terdapat aspek yang belum dijelaskan secara memadai, hal tersebut dapat menjadi petunjuk adanya research gap.

5. Baca Bagian Keterbatasan Penelitian

Bagian keterbatasan penelitian merupakan salah satu tempat yang penting untuk diperiksa.

Peneliti sebelumnya biasanya menjelaskan keterbatasan penelitian yang telah dilakukan. Keterbatasan tersebut dapat berkaitan dengan jumlah responden, objek penelitian, metode, variabel, lokasi, atau aspek lainnya.

Keterbatasan tidak otomatis menjadi research gap, tetapi dapat menjadi petunjuk bagi peneliti untuk mencari peluang penelitian berikutnya.

6. Perhatikan Saran untuk Penelitian Selanjutnya

Beberapa artikel memberikan rekomendasi mengenai penelitian yang dapat dilakukan pada masa mendatang.

Saran tersebut dapat memberikan gambaran mengenai aspek yang menurut peneliti sebelumnya masih perlu dikaji.

Namun, peneliti tetap perlu memeriksa penelitian lain agar research gap tidak hanya didasarkan pada satu artikel.

7. Bandingkan Beberapa Penelitian

Setelah mengumpulkan artikel, buat perbandingan sederhana.

Hal-hal yang dapat dibandingkan antara lain:

  • Topik penelitian

  • Variabel

  • Teori

  • Metode

  • Sampel atau objek

  • Lokasi penelitian

  • Hasil penelitian

  • Keterbatasan penelitian

  • Saran penelitian selanjutnya

Perbandingan tersebut dapat membantu peneliti melihat bagian mana yang sudah banyak diteliti dan bagian mana yang masih memiliki ruang untuk dikembangkan.

Contoh Sederhana Research Gap

Misalnya terdapat beberapa penelitian mengenai pengaruh penggunaan media pembelajaran digital terhadap hasil belajar mahasiswa.

Setelah membaca sejumlah penelitian, peneliti menemukan bahwa sebagian besar penelitian dilakukan pada mahasiswa dari bidang pendidikan. Sementara itu, penelitian pada mahasiswa dari bidang lain masih relatif terbatas.

Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu titik awal untuk mencari research gap.

Peneliti kemudian perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap literatur yang tersedia untuk memastikan bahwa aspek tersebut memang masih memiliki ruang penelitian dan memiliki alasan akademik yang jelas untuk dikaji.

Research Gap Bukan Sekadar Mengganti Objek Penelitian

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap research gap hanya dengan mengganti lokasi atau objek penelitian.

Misalnya, penelitian sebelumnya dilakukan di universitas A kemudian penelitian baru dilakukan di universitas B dengan variabel dan metode yang sama.

Perbedaan lokasi tersebut belum tentu cukup untuk menunjukkan adanya research gap.

Peneliti perlu menjelaskan apa yang berbeda secara akademik dan mengapa perbedaan tersebut penting untuk diteliti.

Cara Menuliskan Research Gap dalam Artikel Ilmiah

Research gap biasanya dapat dijelaskan dalam bagian pendahuluan artikel ilmiah.

Penulis dapat memulai dengan menjelaskan fenomena atau permasalahan yang menjadi fokus penelitian. Setelah itu, penelitian terdahulu digunakan untuk menunjukkan apa yang telah diketahui mengenai topik tersebut.

Selanjutnya, penulis menjelaskan bagian yang masih belum terjawab, belum konsisten, atau belum banyak dikaji.

Dari penjelasan tersebut, penulis dapat mengarahkan pembaca pada alasan mengapa penelitian yang dilakukan perlu dilaksanakan.

Penyusunan seperti ini membuat hubungan antara penelitian terdahulu, research gap, dan penelitian yang dilakukan menjadi lebih jelas.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menentukan Research Gap

Research gap sebaiknya tidak dibuat hanya untuk menunjukkan bahwa penelitian baru berbeda dari penelitian terdahulu.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Gunakan sumber yang relevan. Penelitian yang digunakan untuk menemukan gap harus memiliki hubungan dengan topik yang diteliti.

Bandingkan beberapa penelitian. Jangan menarik kesimpulan mengenai research gap hanya berdasarkan satu artikel.

Pastikan gap memang relevan. Celah penelitian yang ditemukan harus memiliki hubungan dengan masalah dan tujuan penelitian.

Jelaskan alasan akademiknya. Peneliti perlu menjelaskan mengapa celah tersebut penting untuk dikaji.

Hubungkan dengan tujuan penelitian. Research gap sebaiknya mengarah secara logis pada pertanyaan dan tujuan penelitian yang akan dilakukan.

Dengan memahami research gap, peneliti dapat menyusun dasar penelitian secara lebih terarah. Proses ini juga membantu memastikan bahwa penelitian baru memiliki fokus yang jelas dan didasarkan pada perkembangan penelitian sebelumnya.

Punya Artikel yang Ingin Dipublikasikan?

Temukan pilihan jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian Anda dan mulai proses publikasi bersama Pusat Jurnal.

Hubungi Kami / Konsultasi