Home Blog Apa Itu Template Jurnal? Fungsi, Struktur, dan Cara Menggunakannya
Apa Itu Template Jurnal? Fungsi, Struktur, dan Cara Menggunakannya
Penulisan & Referensi

Penulis

Silvi

Tanggal

01 September 2026

Apa Itu Template Jurnal? Fungsi, Struktur, dan Cara Menggunakannya

Template jurnal adalah format atau pola penulisan yang disediakan oleh pengelola jurnal untuk membantu penulis menyusun artikel sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada jurnal tersebut. Template biasanya berisi aturan mengenai susunan artikel, format judul, nama penulis, abstrak, isi pembahasan, tabel, gambar, hingga daftar pustaka.

Setiap jurnal dapat memiliki template yang berbeda. Ada jurnal yang menggunakan format sederhana, sementara jurnal lainnya memiliki ketentuan yang lebih rinci mengenai tata letak, jumlah halaman, jenis huruf, ukuran margin, dan gaya sitasi.

Bagi penulis yang akan mengirimkan artikel, memahami template jurnal menjadi salah satu tahap penting sebelum melakukan submit. Artikel yang tidak mengikuti format yang ditentukan dapat dikembalikan oleh editor untuk diperbaiki, bahkan dalam beberapa kondisi dapat membuat proses pemeriksaan naskah menjadi lebih lama.

Fungsi Template Jurnal bagi Penulis

Template tidak hanya berfungsi sebagai aturan tampilan artikel. Keberadaannya membantu penulis menyesuaikan naskah dengan sistem penulisan yang digunakan oleh suatu jurnal.

Beberapa fungsi template jurnal antara lain:

1. Menyeragamkan Format Artikel

Template membuat artikel yang diterbitkan dalam satu jurnal memiliki tampilan dan struktur yang relatif konsisten. Hal ini memudahkan pembaca mengenali bagian-bagian penting dalam setiap artikel.

2. Membantu Penulis Menyusun Naskah

Penulis tidak harus menentukan sendiri posisi setiap bagian artikel. Template biasanya sudah memberikan gambaran mengenai bagian yang perlu dicantumkan dan urutannya.

3. Mempermudah Proses Editing

Format yang seragam membantu editor dan tim jurnal dalam memeriksa serta mengolah naskah. Struktur artikel yang sudah mengikuti ketentuan juga dapat membuat proses penyuntingan menjadi lebih teratur.

4. Menyesuaikan Artikel dengan Ketentuan Jurnal

Setiap jurnal memiliki pedoman penulisan masing-masing. Template membantu penulis menerapkan pedoman tersebut secara lebih praktis ketika menyusun manuskrip.

Apa Saja yang Biasanya Ada dalam Template Jurnal?

Isi template dapat berbeda antara satu jurnal dengan jurnal lainnya. Namun, beberapa bagian berikut cukup umum ditemukan.

Judul Artikel

Template dapat menentukan jenis huruf, ukuran, posisi, dan format judul. Beberapa jurnal juga memberikan ketentuan mengenai panjang judul.

Identitas Penulis

Bagian ini biasanya mencakup nama penulis, afiliasi, alamat institusi, serta informasi lain yang diminta oleh jurnal.

Abstrak

Template dapat mengatur panjang abstrak, format penulisan, dan elemen yang perlu dimasukkan. Beberapa jurnal juga meminta abstrak dalam lebih dari satu bahasa.

Kata Kunci

Kata kunci digunakan untuk menggambarkan topik utama artikel. Jumlah kata kunci dan format penulisannya dapat ditentukan oleh masing-masing jurnal.

Isi Artikel

Bagian utama artikel dapat memiliki struktur yang berbeda tergantung bidang dan ketentuan jurnal. Dalam artikel penelitian, misalnya, template dapat menyediakan bagian pendahuluan, metode, hasil, dan pembahasan.

Tabel dan Gambar

Template dapat memberikan aturan mengenai posisi tabel dan gambar, penulisan judul atau keterangan, serta cara penyajiannya di dalam artikel.

Daftar Pustaka

Bagian ini biasanya mengikuti gaya sitasi tertentu yang ditetapkan oleh jurnal. Karena itu, penulis perlu memperhatikan contoh referensi yang terdapat dalam template atau pedoman penulis.

Bagaimana Cara Menggunakan Template Jurnal?

Menggunakan template jurnal sebaiknya dilakukan sejak awal proses penyusunan artikel, bukan setelah naskah selesai.

Berikut langkah yang dapat dilakukan.

1. Tentukan Jurnal Tujuan

Sebelum mengedit artikel menggunakan template, tentukan terlebih dahulu jurnal yang sesuai dengan topik dan bidang artikel.

Pemilihan ini penting karena setiap jurnal dapat mempunyai author guidelines dan template yang berbeda.

2. Unduh Template dari Sumber Resmi

Jika jurnal menyediakan template, gunakan file yang berasal dari laman resmi jurnal. Hindari menggunakan template yang diperoleh dari sumber tidak jelas karena bisa saja merupakan versi lama.

3. Baca Pedoman Penulis

Template sebaiknya tidak digunakan secara terpisah dari pedoman penulisan. Perhatikan ketentuan mengenai jenis artikel, struktur naskah, jumlah kata, referensi, gaya sitasi, dan persyaratan lainnya.

4. Salin atau Pindahkan Isi Artikel

Setelah memahami strukturnya, masukkan isi artikel ke bagian yang sesuai dalam template.

Jangan hanya memperhatikan tampilan. Pastikan setiap bagian artikel juga sesuai dengan struktur yang diminta jurnal.

5. Sesuaikan Format

Periksa kembali beberapa elemen seperti:

  • jenis dan ukuran huruf.
  • spasi.
  • margin.
  • penomoran heading.
  • format tabel.
  • format gambar.
  • penulisan sitasi.
  • format daftar pustaka.
  • jumlah halaman atau kata jika ditentukan.

6. Periksa Kembali Sebelum Submit

Setelah artikel selesai disesuaikan, lakukan pemeriksaan menyeluruh. Pastikan tidak ada teks petunjuk dari template yang masih tertinggal dan seluruh bagian artikel sudah ditempatkan dengan benar.

Template Jurnal Tidak Selalu Sama dengan Pedoman Penulisan

Hal yang sering membingungkan penulis adalah perbedaan antara template jurnal dan pedoman penulisan.

Template lebih berfokus pada format dan struktur naskah yang dapat langsung digunakan ketika menulis. Sementara itu, pedoman penulisan biasanya memberikan penjelasan yang lebih luas mengenai persyaratan artikel dan proses pengajuan.

Keduanya sebaiknya dibaca bersama.

Misalnya, template sudah menyediakan bagian metode penelitian, tetapi pedoman jurnal mungkin menjelaskan lebih lanjut mengenai jenis penelitian yang dapat diterima atau informasi apa saja yang harus dicantumkan dalam bagian tersebut.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menggunakan Template

Menggunakan template bukan berarti artikel otomatis sudah sesuai dengan ketentuan jurnal. Beberapa kesalahan masih sering terjadi.

Menggunakan Template Jurnal yang Salah

Penulis terkadang mengambil template dari jurnal lain karena tampilannya terlihat serupa. Padahal, format setiap jurnal dapat berbeda.

Solusinya: gunakan template yang secara resmi disediakan oleh jurnal tujuan.

Hanya Mengikuti Tampilan

Artikel bisa terlihat sama seperti template, tetapi isi dan strukturnya belum tentu memenuhi pedoman jurnal.

Solusinya: baca template sekaligus author guidelines.

Mengubah Format Secara Berlebihan

Penulis terkadang mengubah ukuran huruf, margin, heading, atau tata letak karena ingin membuat artikel terlihat lebih menarik.

Untuk naskah jurnal, sebaiknya ikuti format yang telah ditentukan selama tidak ada alasan yang jelas untuk mengubahnya.

Lupa Menghapus Petunjuk dari Template

Beberapa template berisi teks instruksi untuk membantu penulis. Jika teks tersebut tidak dihapus setelah artikel selesai, naskah dapat terlihat belum siap untuk dikirim.

Tidak Memeriksa Referensi

Format daftar pustaka sering menjadi bagian yang perlu diperhatikan. Kesalahan gaya sitasi atau ketidaksesuaian antara sitasi dalam teks dan daftar pustaka dapat menyebabkan naskah perlu diperbaiki.

Tips agar Lebih Mudah Mengikuti Template Jurnal

Agar proses penulisan lebih efisien, ada beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan.

Gunakan template sejak awal. Menulis langsung pada template akan mengurangi pekerjaan format ulang ketika artikel sudah selesai.

Simpan file asli template. Buat salinan sebelum mulai mengedit sehingga file template asli tetap tersedia jika sewaktu-waktu diperlukan.

Perhatikan contoh yang tersedia. Jika template memberikan contoh judul, heading, tabel, atau daftar pustaka, gunakan contoh tersebut sebagai acuan format.

Gunakan style dokumen secara konsisten. Jika template menggunakan style tertentu untuk heading atau paragraf, pertahankan style tersebut daripada mengatur format secara manual berulang kali.

Lakukan pemeriksaan akhir. Sebelum submit, bandingkan kembali artikel dengan template dan pedoman penulis jurnal.

Mengapa Template Perlu Diperhatikan Sebelum Submit?

Template jurnal mungkin terlihat seperti persoalan teknis, tetapi sebenarnya berkaitan dengan kesiapan sebuah naskah untuk diproses oleh jurnal. Artikel yang memiliki isi penelitian yang baik tetap perlu disusun dalam format yang sesuai dengan ketentuan jurnal tujuan.

Karena itu, sebelum mengirim artikel, jangan hanya memastikan bahwa isi penelitian sudah selesai. Periksa juga apakah struktur, format, sitasi, tabel, gambar, dan daftar pustaka telah mengikuti ketentuan yang diberikan jurnal.

Dengan membiasakan diri menggunakan template sejak awal, proses penyusunan artikel menjadi lebih terarah dan pekerjaan penyesuaian format menjelang submit dapat dikurangi.

Punya Artikel yang Ingin Dipublikasikan?

Temukan pilihan jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian Anda dan mulai proses publikasi bersama Pusat Jurnal.

Hubungi Kami / Konsultasi