Penulis
Nabillah Fiqa Mawarni
Tanggal
19 September 2026
Bagaimana Cara Memilih Jurnal untuk Publikasi Artikel Ilmiah? Panduan untuk Penulis
Memilih jurnal untuk publikasi artikel ilmiah merupakan salah satu tahap penting yang perlu dilakukan penulis sebelum mengirimkan naskah. Jurnal yang dipilih sebaiknya tidak hanya berdasarkan tingkat akreditasi atau popularitasnya, tetapi juga disesuaikan dengan topik, bidang penelitian, ketentuan penulisan, dan tujuan publikasi.
Kesalahan dalam memilih jurnal dapat membuat artikel ditolak sejak tahap awal karena tidak sesuai dengan scope atau ketentuan jurnal. Oleh karena itu, penulis perlu melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum melakukan submit.
1. Sesuaikan dengan Scope Jurnal
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah scope atau ruang lingkup jurnal.
Setiap jurnal memiliki fokus bidang tertentu. Ada jurnal yang berfokus pada pendidikan, manajemen, hukum, kesehatan, teknik, ekonomi, sosial, dan berbagai bidang lainnya.
Bacalah bagian Focus and Scope pada website jurnal. Kemudian, bandingkan dengan topik dan pembahasan artikel yang akan dipublikasikan.
Semakin sesuai topik artikel dengan scope jurnal, semakin jelas alasan artikel tersebut dikirimkan ke jurnal tersebut.
2. Perhatikan Jenis Artikel yang Diterima
Tidak semua jurnal memiliki ketentuan yang sama mengenai jenis artikel yang dapat diterbitkan.
Beberapa jurnal mungkin menerima artikel penelitian, sedangkan jurnal lainnya dapat memiliki ketentuan tertentu terkait artikel konseptual, kajian literatur, atau jenis tulisan ilmiah lainnya.
Informasi tersebut biasanya dapat ditemukan pada halaman Author Guidelines atau Petunjuk Penulis.
Sebelum submit, pastikan jenis artikel yang dibuat memang sesuai dengan ketentuan jurnal.
3. Cek Akreditasi dan Indeksasi Jurnal
Penulis juga perlu memeriksa status akreditasi dan indeksasi jurnal.
Untuk publikasi jurnal nasional, salah satu informasi yang sering diperhatikan adalah peringkat Sinta. Selain itu, jurnal dapat memiliki indeksasi atau pengindeks lain sesuai dengan pengelolaan dan cakupan jurnal tersebut.
Informasi mengenai akreditasi dan indeksasi sebaiknya diperiksa melalui sumber resmi agar penulis mendapatkan informasi yang sesuai dengan kondisi jurnal.
4. Periksa ISSN Jurnal
ISSN merupakan identitas yang digunakan untuk membedakan suatu terbitan berkala.
Pada website jurnal, penulis biasanya dapat menemukan informasi P-ISSN untuk versi cetak dan/atau E-ISSN untuk versi elektronik.
Pengecekan ISSN dapat membantu penulis memastikan identitas jurnal yang akan menjadi tujuan publikasi.
5. Perhatikan Frekuensi dan Jadwal Terbit
Setiap jurnal memiliki jadwal penerbitan yang berbeda. Ada jurnal yang menerbitkan artikel beberapa kali dalam satu tahun dengan bulan penerbitan yang telah ditentukan.
Informasi mengenai frekuensi terbit biasanya tersedia pada website jurnal.
Hal ini penting diperhatikan, terutama apabila penulis memiliki target waktu publikasi tertentu. Namun, jadwal terbit tidak selalu berarti artikel yang baru dikirimkan akan langsung diterbitkan pada edisi terdekat karena naskah tetap harus melalui proses editorial dan review sesuai ketentuan jurnal.
6. Baca Author Guidelines
Sebelum melakukan submit, luangkan waktu untuk membaca Author Guidelines jurnal secara menyeluruh.
Beberapa hal yang biasanya perlu diperiksa antara lain:
- Format dan template artikel
- Struktur artikel
- Jumlah kata atau halaman
- Format sitasi
- Ketentuan daftar pustaka
- Gaya penulisan
- Format tabel dan gambar
- Ketentuan file yang harus dikirim
- Prosedur submit artikel
Mengikuti pedoman penulis akan membantu mengurangi kesalahan administratif ketika artikel diajukan.
7. Periksa Template Jurnal
Selain membaca panduan, penulis perlu melihat template artikel yang digunakan oleh jurnal.
Setiap jurnal dapat memiliki format yang berbeda, mulai dari tata letak halaman, jenis dan ukuran huruf, struktur artikel, penempatan tabel, hingga format daftar pustaka.
Sebaiknya artikel disesuaikan dengan template jurnal sebelum proses submit agar naskah sudah mengikuti format yang diminta sejak awal.
8. Perhatikan Proses Peer Review
Informasi mengenai proses peer review juga perlu diperhatikan.
Penulis dapat melihat bagaimana jurnal menjelaskan proses pemeriksaan dan penilaian artikel. Beberapa jurnal menjelaskan tahapan review, jumlah reviewer, atau proses editorial pada website mereka.
Memahami proses tersebut membantu penulis mengetahui bahwa publikasi artikel bukan hanya proses mengunggah naskah, tetapi melibatkan pemeriksaan dan evaluasi sebelum artikel diterbitkan.
9. Cek Biaya Publikasi
Jika jurnal mengenakan biaya publikasi, informasi tersebut perlu diketahui sebelum artikel dikirimkan.
Biaya publikasi dapat berbeda antara satu jurnal dengan jurnal lainnya. Ada jurnal yang tidak mengenakan biaya tertentu kepada penulis, sementara jurnal lainnya memiliki biaya sesuai kebijakan pengelola.
Pastikan informasi biaya diperoleh dari halaman resmi jurnal dan perhatikan apakah terdapat biaya lain yang berkaitan dengan proses publikasi.
10. Perhatikan Kebijakan Etika Publikasi
Jurnal yang akan dipilih juga perlu memiliki informasi mengenai etika publikasi.
Penulis sebaiknya memahami ketentuan mengenai plagiarisme, kepengarangan, konflik kepentingan, orisinalitas artikel, dan ketentuan lain yang ditetapkan oleh jurnal.
Artikel yang sama juga tidak seharusnya dikirimkan secara bersamaan ke beberapa jurnal. Penulis perlu mengikuti prosedur publikasi yang sesuai dengan etika akademik.
11. Lihat Artikel yang Sudah Diterbitkan
Salah satu cara sederhana untuk memahami karakter sebuah jurnal adalah dengan melihat artikel yang telah diterbitkan.
Perhatikan beberapa hal seperti:
- Topik artikel
- Bidang penelitian
- Struktur artikel
- Metode penelitian
- Gaya pembahasan
- Referensi yang digunakan
Dengan melihat artikel sebelumnya, penulis dapat memperoleh gambaran apakah naskah yang dimiliki memiliki kesesuaian dengan artikel yang biasa diterbitkan oleh jurnal tersebut.
12. Jangan Memilih Jurnal Hanya Berdasarkan Peringkat
Peringkat atau akreditasi memang dapat menjadi salah satu pertimbangan, tetapi bukan satu-satunya faktor dalam memilih jurnal.
Jurnal dengan peringkat tertentu belum tentu sesuai dengan setiap artikel. Kesesuaian scope, ketentuan artikel, proses review, jadwal terbit, biaya, dan kebijakan jurnal juga perlu diperhatikan.
Karena itu, pemilihan jurnal sebaiknya dilakukan dengan melihat beberapa aspek sekaligus, bukan hanya berdasarkan tingkat akreditasinya.
13. Hindari Jurnal yang Tidak Jelas
Penulis juga perlu berhati-hati terhadap jurnal yang memberikan informasi tidak jelas mengenai pengelolaan dan proses publikasinya.
Sebelum mengirimkan artikel, periksa identitas jurnal, pengelola, informasi editorial, proses review, biaya publikasi, serta rekam publikasi yang tersedia.
Jangan terburu-buru mengirimkan artikel hanya karena mendapatkan tawaran publikasi dengan proses yang terlihat sangat mudah atau cepat tanpa informasi yang memadai.
Checklist Sebelum Submit Artikel
Sebelum menentukan jurnal tujuan, penulis dapat menggunakan checklist sederhana berikut:
-
Scope jurnal sesuai dengan topik artikel
-
Jenis artikel sesuai dengan ketentuan jurnal
-
Status akreditasi sudah diperiksa
-
Indeksasi jurnal sudah diperiksa
-
ISSN jurnal sudah diketahui
-
Jadwal terbit sudah diperiksa
-
Author Guidelines sudah dibaca
-
Template jurnal sudah diikuti
-
Proses review sudah dipahami
-
Biaya publikasi sudah diketahui
-
Kebijakan etika publikasi sudah diperiksa
-
Artikel yang pernah diterbitkan sudah dibandingkan
-
Identitas dan pengelolaan jurnal sudah diperiksa
Dengan melakukan pengecekan tersebut, penulis dapat menentukan jurnal tujuan secara lebih terarah dan mengurangi kemungkinan naskah ditolak karena masalah yang sebenarnya dapat diperiksa sejak awal.
Punya Artikel yang Ingin Dipublikasikan?
Temukan pilihan jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian Anda dan mulai proses publikasi bersama Pusat Jurnal.